Mata ini sudah sayup
terlalu dalam aku terbalut pilu
terlalu sungkan aku meluruh
hingga serasa sah sesal singgah
aku, terik kering terbungkus kepingan debu stasiun
harus menari meski getir telah menyusun
butiran mimpi tampak siang buat anak dusun
serempak padi menari bimbang ditengah ilalang melamun
hingga akhirnya,
aku,
hanya menjadi tetesan embun diputik kecil yang jernih
hanya sehelai daun menyibak kabut petang tadi,
petikan lihai
penabur menawar cumbu dengan gemulai
hidangkan lemas dan lalai
rumpun semanggi kuncup enggan bergeming
luluh lantak perasaan tak mengiring
sepasang pelukan sandwich berbalut selai hening
dan hanya kubiarkan kemeja ini terus menyingsing diatas harap itik berkokok penuh taring...
Di usut rantai,
pasung memati
topi hebat hanya jati diri saksi
usang lusuh cerita mun dikhayal batin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar