Minggu, 07 April 2013

*Mendung...

Cukup terang saja tetesan ini memeluk pedih disebrang senja yang merona 
Tak ada tara ribuan titik bening nan tertata jelita membalut luka bagi yang dilema 

Ranting mawar namun tersenyum ria 
seperti senyum seusai lelah penat dibasuh keringat 


Jauh nan disana samudra memisah kerinduan 
sedalam misteri palung lautan bermuda 

Tak sadar 
tetesan ini hinggap 
membasuh lekat bedak anggun 
serta 
memandikan kuyup aroma tubuh 

Awan sudah runtuh 
ambruk dipalung hati tersunyi menyelimut ragu 

Rindu di atap pondok kumuh itu berlalu 
tersapu gagah tegak angin melaku... 


Biru itu kini menjadi abu 
jauh dipelupuk harap 
perlahan kian meneteskan luka nan anggun 

merebak dalam isak tangis hampa 
kerinduan raga dibawah gelapnya awan sore ini.... 



Rintik riang gerimis sore ini telah banyak hadirkan kerinduan ini kala aku sang penyamun duduk tergeletak dikursi renta pondok beratapkan dedaunan rimba dipinggir jalanan orang-orang yang memakai jas khas singgasana para raja... 


Namun sekarang 
pujangga sudah pernah bilang 
biar saja ada rerumputan dibalik rindang ilalang 
esok atau lusa bintang akan kembali cerah benderang 

sehalnya daun kering jatuh kemudian perlahan dahan lagi kian menumbuh.... 


atau 

selayaknya atap jalang tertimbun cerita kusam dikala hujan turun terang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar