Kamis, 04 April 2013

*Surat Pagi 2 Mei...

Sebenernya pagi ini tidak ada yang beda, seperti biasanya setiap pagi pada hari sebelumnya, ia datang dan membangunkan dari mimpi lajang pada lelapnya malam-malam ranjang usang. Maklumlah, satu tahun belakangan ini aku sedang bernafas dan bergerak di kampung orang walaupun masih satu rumpun kepulauan. Tidak ada yang membedakan dengan hari sebelumnya memang, tebalnya kabut pagi yang membuat aku enggan beranjak dan melepas selimut serta sukar untuk melepas guling embuk rajutan bunda. Dari lantai dua, lembayung emas pagi mulai menampakan kekayaannya. Adzan subuh sudah berlalu dua puluh menit yang lalu memang, tapi masih menyisakan celah untuk sempat melakukan itu.


Saat melepas kancing baju sesaat melepas kopiah dan sarung, terdengar merdu kicauan burung diluar seolah memanggil aku, namun ku rangkaikan handuk biru pada pergelangan pinggang dan langsung menuju kamar mandi untuk segera kubasuh tubuh mesum sisa malam tadi ini sampai mewanggi dan segar lagi. Sebelum kupisahkan gembok yang mengikat lubang kamar dengan kuncinya, biasa ku ciumi dan ku kecupi bibir gelas kaca bening yang hangat aroma kopi kuracik juga untuk menemani sepotong roti mengganjal sepotong perut kosong tiap pagi sebelum aku beranjak pergi.


Mentari masih mengintip jendela kamarku dan aku masih belum usai merias diri bersiap mengenakan jas biru tua berlogo tembakau kuning pada dada kiri juga dibalut batik dan mencoba mengiramakan satu warna pada jeans dan alas kaki yang aku buat serasi.

Akhirnya, semua sudah tertata cukup rapihlah sebagai seorang pria imaji. Pijakkan kaki mengarah pelan keluar kamar dan garis tepi kosan mungilku ini dengan tas bolong-bolong setia menemani punggung setiap hari-hari dimana aku berdiri dibumi ini, yang sudah kukenakan sejak aku duduk dibangku akhir tingkatan pertama dibangku putih biru.


Oh iya, pagi ini 2 Mei 2012, aku menerima kunjungan sepucuk surat dari kawanku di kampung lewat pak kurir yang menghampiri. Tapi aku berencana untuk membuka dan baru membacanya seusai merah putih berkibar gagah pada ujung tiang di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar