Minggu, 07 April 2013

*Senja di separuh simpang...

Gemih debu mengepul 
melirik kasat sedikit kabur di perempat sudut paruh 

setapak tali ulur jalur 
bising lubang jalang bersahaja mengumandang di sudut perempatan malang 

disaksikan kepulan secangkir penangkal lelap 
bersanding sungguh hidangan sang penakluk singgasana malam 



aroma aspal nian jelas temani ocehan riang 
meski, 
lubang jalang sepertinya sungkan terlelap.... 

sosok lelah jas berdasi 
cendekia yang bermimpi 
galengan kota membahu mereka 

pula serta sahaja senyum para peracik pawon kota setia merayu saku untuk merujuk...... 

bergelimang mencibir bintang malam ini 
dan separuh gelap riasan bulan yang membisik 

begitu indah memahkota putri malam duduk tegas merias angkasa 

asap tembakau terus menggerutu 
menyelimut telanjang kabut ruah menyerta setangkai gagang malam 


ini malam ini 


ini malam kemarin 
ini malam nanti 


ini malam tadi 


dianjung bahu galengan kota ini 
diruas mimpi tampan ini 
dihangat pelukan ocehan kata jas berdasi 



tegaslah 

lubang jalang itu akan tenang mengenakan debu jalang yang ia lewati 

lalu 

tegaslah 
putri malam akan mengenakan caya menemani mimpi disaat terpejam nanti 
teruntuk esok hari mentari yang berjanji sinari 
teruntuk lusa nanti perempat sudut ini sunyi dari lubang bising 
teruntuk hari ini, teruslah kita bermimpi menatap langit 



dan teruntuk malam ini, tuangkan air kedamaian lepaskan pikiran mengakar di dengkul ini 
agar sore nanti mentari suguhkan basuhan dingin menyaksikan ilalang menari bersama sendu angin yang mengalur mimpi petang nanti di tenang perempatan bahu separuh jalan ....... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar