Sebila awan terlungkup pada mendung
bersujud senja bersamaan hujan membiru
Sebila mengharap waktu itu
aspal mengepul saksikan telapak memijak
dan
sebening embun bayangi kelopak pupil
tapi itu semua dulu,
selayak angin menyapu
tapi juga rindu
entahlah
ini juga ragu
itu semua hanya kabut
berselimut desir getir bahkan tawa lugu
disini, dipijakan ini
menatap lelap tegak pandangi dedaunan menari mengiringi rintih hujan setia temani
di awan ini,
bersamaan rajutan perasaan mewakilkan
rindu manis duduk melamun
jelas menatap lelap kisah hari ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar