Minggu, 07 April 2013

*Bali, ingin aku kembali lagi...

Lembut halus usapan butiran putih terpapar mengelus pijakan langkah jemari kaki ini 
sesaat penat terkubur hening tersapu ria gelombang riangmu 

Bali, senin kemarin 
hamba terbuai dan terpaku hening 

elok laksana singgasana dewa seperti hal pengembara bilang 
lekat aroma pure-pure, 
kain percak penuh syarat, 
seserta sejuk bunga pagi menari di gerbang utama istana pemurah jagat 

tak lelah rasanya kaki ini melangkah 
walau 
sepasang kelopak mata ini hanya mampu menatap selayang 

hamba redupkan amarah 
sejenak hembuskan nafas perlahan 
begitu tak mampu percayai keagungan Tuhan 

dahan patung kecil itu waspada amati 
jejak nan kalut semrawut 



Bali, senin kemarin 

Terimalah kasihku... 
arakmu luluh hangatkan keras raga ini 
membalut tatapanku diantara celah langit 
percayalah 
ku akan kembali... 

Setialah alunan melodi malam Sukowati menanti 
disudut terang sore Kuta, mari kita kembali tuangkan secangkir air perdamaian 


molek hasrat hamba semakin berani 

tinggi.... 

Sarafku kini terhubung lagi 
tegang pikir ini terlampau cepat sudahi bayangkan tentang pekarangan rumah di istana permaisuri 


Sanur, senin kemarin 

terima kasihku untuk lembut hangat pelukan putih pasirmu 
kemayu karang telanjang menggodaku untuk bercumbu 

bodohnya... 
aku hanya pergi dan berlalu 
bak mendung bingung 



Sanur, Kuta, Bali 
tetaplah menanti 
esok aku kelak kembali...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar