Minggu, 07 April 2013

*Senandung Elegi Ingatanku...(Gubuk Renta dipekarangan Aliran Pipa...)

Sudah begitu asing bagiku pekarangan gandum merah itu dalam pandanganku 
namun masih membaur dalam kecil ingatan saat mungil tubuhku mengangkat dan memindai tanah keras itu bersama pundak Ayahanda kekar membahu 


Terlalu terlihat baru bagiku sumur dangkal yang pernah Ayah buatkan untuk memandikanku 
Rindang dedaunan pisang meneduhkan lelapku di pangkuan seorang sosok Ibu yang tulus 
bersama diiringi langkah kecil semut-semut lugu berbaris manis 


Saat malam kunjung datang menjemput senja yang petang 
padang lampu tempel jelas buat aku teringat masa dulu yang laluh lalang 
atau seperti akar getah wali yang menggantikan kepahitanku tempo dulu dibalik belukar tarian ilalang tanpa bimbang 


lagu-lagu sendu yang radio dendangkan ditiap hembusan lembut angit laut malam 
menggerus rasa rinduku yang syahdu pada dipan yang membujur kaku dipinggir jendela renta kusam 
jelaga lampu tempel menggariskan gelapku pada dunia yang fana 



yang aku rasa, 
hanya hangat seteguk teh kala gerimis reda bersanding dihadapan Ayah 
bertatap cerita sambil bergurau bercengkrama 
melihat betapa begitu luas kisah kita 
ditengah senyuman Ibunda yang menghujam sahaja 





jelas aku ingat kala setapak begitu kuyup basah 
sangat nampak jelas mengecap jemari kakiku menapak 
menjadi awal dari beberapa jejak 






#aku, anak gubuk pinggir pelataran pipa-pipa pertamina.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar