Malam ini, malam kedua bulan juni, tepat sabtu malam yang lumayan
memahami muda-mudi, di aspal yang terbaring sepanjang jalan terdengar
raungan kuda besi silih berganti...
Entah darimana tradisi ini membumi, bukan cuma di kota-kota besar,
pengalamanku hidup tujuh belas tahun dikampung juga memberi pandangan
bahwa hari ini sudah tidak ada pelosok.
Sebenarnya apa sih makna sabtu malam yang bikin beda ama kamis malam
ataupun malam-malam lainnya ? Kasihan sebenarnya sama mereka,
gadis-gadis, perawan yang masih setengah matang, 1/4 malam masih
berkeliaran di jalanan sama cowok yang sebenarnya belum tentu ada pada
kehidupan kedepannya, cerita-cerita kakek yang masih jelas kuingat
adalah, dulu waktu jamannya remaja tidak ada yang seliar hari ini.
Entahlah, aku juga tak berhak melarangnya.
Kuharap kalian mengerti, kita ini negri yang berideologi, bukannya selebritis yang selalu eksis.
Dimana letak penghormatan kepada pahlawan yang telah berjuang dengan bambu runcing jalang, kalau cuma pengen serba instan.
#anak-nusantara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar