Minggu, 07 April 2013

*Gubuk Senja Di Perempatan Simpang Fajar...

Hijau luas memang ladang rumpun menata pelataran pagi ini 
Embun subuh masih singgah diantara pipih kulit penuh akan wewangi 

Teringat jelas akan seelok kupu riang menari diantara putik yang melirik 
Kala tenang menghirup aroma alam nan sejuk sambil terdiam duduk 

Sumur renta begitu kekal memandikan cerita 
dihalaman rumah tua yang kini dimakan senja 


Grendel jendela meringkik disapa angin lewat 
Gagang pintu mengkarat payah 

yang teringat 
semua kisah saat Nora kecil riang menangis ditimang 
sampai saat 
Nora 
mengerti kasih sayang tak terbatas 


Bukanlah keinginan Nora belia bersama pundak yang keras 
ia hanya mencoba menyentuh dunia dengan cahaya lilin kecil di genggamannya... 


Lilin kecil yang teramat terang sirnakan kelip pelita binar bintang di ujung mata memandang 


Namun, 
kadang Nora jauh lebih ingat daripada ingatannya 

dulu 
ia kecil menangis dipelukan 

lalu 
kini 
ia menangis tanpa tujuan 


Ranting-ranting daun buah delima 
di altar depan gubuk istananya setia memayung wajah bimbang tak kunjung reda 





Nora, 
mentari singgah tepat diatas ubun-ubunnya 
menari riang memanggang 


lagi-lagi 

Tiang pondasi istana begitu sahaja temani Nora 


Hingga hari ini Nora tetap bersama Nyonya Lian dibawah singgasana beratapkan daun lontar yang mengering keras

Tidak ada komentar:

Posting Komentar