Tatapan terik matamu malam ini sungguh tajam, nona..
bak sebilah katana yang baru saja di asahkan oleh pemiliknya pada ujung purnama
dingin pelik raga ini tak terbendung lagi menahan hantaman rindu
jauh bintang di angkasa sepertinya rindu itu terasa jauh lebih nyata
kuharap kau bersabar
melati putih bercengkeram pagar rumah
tenanglah, harummu tetap ku jaga
meski hujan membasahi mahkota indahmu
akupun bisa merasakan rindu yang menggebuh itu,
angin malam telah sampaikan pesan itu pada ku dengan utuh...
dan baru saja ku balas pesanmu lewat desiran ombak di wajah rumahmu,
tanyakan saja pada ibumu, mungkin dia telah lebih dulu memungutnya...
#mawar di pelataran savannah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar