Enggan menari mawar rupaku
enyah selarut kupu masih terbungkus menawan sutra seminggu
simpuh selimut mencair hangat menyulut madu
tak berharap semerbak bulan berkaca
atau singgahnya pertanya ilalang menjalar
meski engkau sang fajar
di rumpun latar dikau berakar
di ayun batang sungguh lantak terkapar
sekalipun petak terpenuh belenggu
pinta laksana ranting bermahkota
berias jalar menyetubuh batang
embun lebam kelupas aral menjalar
bermandikan manis madu terselimut kabut palsu. . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar