Minggu, 07 April 2013

*Di saksi setapak ini...(bersama tulip kecil)

Dari setapak yang kulantuni, 

setangkai tulip kecil mekar dirumpun pinggir kali, 
sayupnya menutur melirik memanggil, 

tak terkira tulusnya 
mengiringi desahan rintik air, 

namun, 
ia 
tak mampu 
meraih singgasana lain, 
hanya menanti nanti kapan arus mengajaknya ke lain tepi, 


perasaan inipun tersungkur 
seperti dedaunan 
saat musim gugur.... 

ia mampu mengajak telapak ini menari, 
memerah hati untuk peduli 

dan 
di rentaan 

setapak ini ternyata jalan raya 

setapak ini penuh misteri 

setapak ini bagikan cerita antara embun, ranting, dan daun di buta pagi 

setapak ini kini jadi sesak 

setapak ini bukan sekadar mimpi 

setapak ini saksikan langkah besar meraih tulip... 



dan di setapak ini 
akan kubuatkan cerita tulip lain esok hari 

atau bahkan putri berduri yang memaku sandar pada sela bumi.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar