Dari setapak yang kulantuni,
setangkai tulip kecil mekar dirumpun pinggir kali,
sayupnya menutur melirik memanggil,
tak terkira tulusnya
mengiringi desahan rintik air,
namun,
ia
tak mampu
meraih singgasana lain,
hanya menanti nanti kapan arus mengajaknya ke lain tepi,
perasaan inipun tersungkur
seperti dedaunan
saat musim gugur....
ia mampu mengajak telapak ini menari,
memerah hati untuk peduli
dan
di rentaan
setapak ini ternyata jalan raya
setapak ini penuh misteri
setapak ini bagikan cerita antara embun, ranting, dan daun di buta pagi
setapak ini kini jadi sesak
setapak ini bukan sekadar mimpi
setapak ini saksikan langkah besar meraih tulip...
dan di setapak ini
akan kubuatkan cerita tulip lain esok hari
atau bahkan putri berduri yang memaku sandar pada sela bumi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar