Tiga bulan yang lalu
bersama kita mengenakan kejayaan putih abu-abu memangku binar binar pelangi bingung,
kemudian
di tiga tahun yang juga lalu
putih biru bersanding dengan canda lugu
ketika cinta monyet mulai membumbu
dan
tiga tahun sebelum itu
kita berlarian bersama kepolosan merah putih
yang membawa sejuta mimpi
di petak jagat ini
setelah kita di lepas timang halus tangan ibunda
dan
saat ini kita terpisah dengan langkah langkah kecil
engkau yang terdampar di kepulauan sana menata rimba
serta
aku yang disini terbentang dengan kalian
senyum kecil
waktu dulu di gubuk kecil tepian sawah kita mengepulkan angan angan bersama tawa
tanpa sadar masa itu tak bisa pudar
kawan
namun
biar cerita lukisan awan yang setia tetap saksikan
cerita beruntun kita tertawa bergurau duka berirama bersama
saat kita lewati dinding tebal menjulang tinggi di hadap
waktu berduyun bak tentara menyerumpun kita riang bersama acuhkan sang pahlawan tanpa hiasan
terlalu bahak duka ini untuk dikenangkan
ingatkah juga waktu kita bermain dilantai dua yang seram
malam itu guntur kita buat menggelegar diantara sepi tenangnya malam yang lelap
kalau saja semua cerita kita bisa ulang dengan kata kata, akan aku tuliskan kata itu
tak berpeduli kata itu satu juta
satu miliar
atau bahkan sedunia
biar saja
sayangnya tidak
kalian
aku
terlalu sibuk dengan dunia ini
dan kita terlalu jarang bercumbu gurau lagi
tapi aku mengerti
dan aku yakin kalian juga mengerti
memang harus seperti ini
terima kasih sahabat kawan lawan untuk secangkir cerita hari kemarin meski hari ini kita di anugrah jarak yang terbentang oleh-Nya
tapi
kuyakin misteri hari esok kita kan kembali bergumam kisah canda tawa duka dilema dan berjuta kisah lainnya yang menanti di ujung sore nanti
semoga matahari yang memandikan kalian sore ini
lelapkan indah mimpi bersama bintang yang berkelip diantara sela sela langit
aku disini saat ini bersama bagian dari cerita kalian......
Terima kasih kawan
sahabat
lawan
seperjuangan
kurindukan saat saat itu bersama kalian..............
mimpi kecil ini tak akan pernah ada tanpa hadir kalian,
bintang itu akan selalu redup
pula
bulan enggan berias senyum kagum tanpa cerita kita
semoga esok pagi embun teteskan sejuta harap di petak dahan yang luas menjengkal,
kita memang harus berbeda
dan
kuyakin akan ada cerita kita lain besok atau lusa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar