Trotoar pinggir jalan saksikan,
betapa rumitnya metropolitan, kuda-kuda besi berlarian kebingungan, aspal terkapar, hanya terbaring tak mampu berkelakar,
matahari menatap sengit, udara memanas penuh emosi, benci menyimpang jalanan, memalang meriuhkan,
pejabat anggun berdasi, saling pandang dan memaki,
berebut suara tentukan kursi,
tanpa peduli,
menjual diri, janji manis, hasil nihil,
begitu jadi,
tak segan mengutil duit rakyat kecil,
di bantaran kali,
rumah-rumah semi berdalih berkisah,
mengais tawa dengan rumit serta payah
begitulah Merah Putih yang aku punya, sekarang ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar