Pantas,
sudah sepantasnya,
sungguh,
gaun itu,
menata aura
berias makhota puteri raja,
sungguh,
kau menawan, nona
pantas,
sudah sepantasnya,
dewa memandikanmu dengan seribu wangi aroma bunga-bunga taman surga
anggun,
sungguh,
kau begitu anggun,
cahaya bulan 'kan meredup,
olehmu,
oleh bening wajahmu,
nona,
percayalah
biar saja,
bintang mengintipimu,
di balik awan,
di balik gelap awan malam,
sungguh,
melatimu mencumbui harumnya mawar berduri
nona,
kau tak biasa,
benar,
dan aku,
sehelai cerita yang lapuk oleh ketidakmampuan,
lusuh,
kusam,
terlalu sibuk,
sibuk memperhatikanmu,
dan aku,
aku,
aku terhanyut,
tanpa sadar, melupakan kebiasaanku,
terlalu sibuk,
olehmu,
oleh lihai langkahmu dalam gaun itu,
mengoyak,
mencabik-cabik,
meliarkan,
aliran urat-urat sarafku
nona,
sungguh,
kau menawan
tanpa tipuan,
sayangnya,
lagi-lagi,
aku,
aku,
aku hany,
lagi,
terlalu sibuk,
sibuk,
sibuk perhatikan gerakmu,
aku,
aku,
aku sendiri kemana harus lanjutkan melangkah,
berjalan,
menyusuri setapak kecil,
apa harus tercebur dalam air sungai
nona,
kau
indah tanpa batas ...
sudah sepantasnya,
sungguh,
gaun itu,
menata aura
berias makhota puteri raja,
sungguh,
kau menawan, nona
pantas,
sudah sepantasnya,
dewa memandikanmu dengan seribu wangi aroma bunga-bunga taman surga
anggun,
sungguh,
kau begitu anggun,
cahaya bulan 'kan meredup,
olehmu,
oleh bening wajahmu,
nona,
percayalah
biar saja,
bintang mengintipimu,
di balik awan,
di balik gelap awan malam,
sungguh,
melatimu mencumbui harumnya mawar berduri
nona,
kau tak biasa,
benar,
dan aku,
sehelai cerita yang lapuk oleh ketidakmampuan,
lusuh,
kusam,
terlalu sibuk,
sibuk memperhatikanmu,
dan aku,
aku,
aku terhanyut,
tanpa sadar, melupakan kebiasaanku,
terlalu sibuk,
olehmu,
oleh lihai langkahmu dalam gaun itu,
mengoyak,
mencabik-cabik,
meliarkan,
aliran urat-urat sarafku
nona,
sungguh,
kau menawan
tanpa tipuan,
sayangnya,
lagi-lagi,
aku,
aku,
aku hany,
lagi,
terlalu sibuk,
sibuk,
sibuk perhatikan gerakmu,
aku,
aku,
aku sendiri kemana harus lanjutkan melangkah,
berjalan,
menyusuri setapak kecil,
apa harus tercebur dalam air sungai
nona,
kau
indah tanpa batas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar