Ketika ombak saling menari
benakku berlari telanjang kaki
tetesan keringat penuh mimpi
di bawah kolong langit biru putih
disengat terik mentari
dibasuh hujan merintik
Disini,
Aku, bukanlah seperti perkara angin yang tak bisa di lirik
Aku juga bukan orang sakit yang perlu di tilik
Aku,
memang picik,
dirundung bingung meracau jijik
Aku, darahku biru tak tahu malu,
membeli senyum sebatang jarum
Aku, pemimpin terkutuk menjadi bingung
rakyatku kikuk tak mau tunduk
Aku?
Busuk?
Ya, aku busuk seperti bangkai yang hanya tinggal tulang berbentuk rusuk remuk
Lalu anda? Tuan?
Anda ksatria pejuang kerajaan dalam kisah-kisah bahela?
Merengkuh pedang bermandikan darah keringat darah?
Apa,
Anda raja-raja bijak pemilik tahta terbilang?
memiliki pejuang-pejuang gagah berani yang punyai sikap jalang?
Apapun Anda,
Aku tetaplah rumput kecil yang berdendang tanpa riang nyaring suara gendang ....
benakku berlari telanjang kaki
tetesan keringat penuh mimpi
di bawah kolong langit biru putih
disengat terik mentari
dibasuh hujan merintik
Disini,
Aku, bukanlah seperti perkara angin yang tak bisa di lirik
Aku juga bukan orang sakit yang perlu di tilik
Aku,
memang picik,
dirundung bingung meracau jijik
Aku, darahku biru tak tahu malu,
membeli senyum sebatang jarum
Aku, pemimpin terkutuk menjadi bingung
rakyatku kikuk tak mau tunduk
Aku?
Busuk?
Ya, aku busuk seperti bangkai yang hanya tinggal tulang berbentuk rusuk remuk
Lalu anda? Tuan?
Anda ksatria pejuang kerajaan dalam kisah-kisah bahela?
Merengkuh pedang bermandikan darah keringat darah?
Apa,
Anda raja-raja bijak pemilik tahta terbilang?
memiliki pejuang-pejuang gagah berani yang punyai sikap jalang?
Apapun Anda,
Aku tetaplah rumput kecil yang berdendang tanpa riang nyaring suara gendang ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar