Kamis, 04 April 2013

*Hey!!!

Benarkah kau telah menang?
Hey negri ini!
Hey!
Dengarkanlah aku yang sedang bertanya tentangmu?
Apa benar apa yang disampaikan oleh radio butut itu?
Apa itu sungguh?
Sungguhan?
Hey!!!
Apa itu sungguh?
Keringat darahmu berhenti terhuyung?
Apa itu nyata?
Radio butut itu berkata "Si mata sipit sudah takluk oleh Paman Sam, sekarang tiba aatnya tanah liat ini kita bangun istana kemerdekaan"
Apa itu benar?
Hey!!!!!!!!
Jawab aku!!
Itu sungguhan apa teatrikal yang sedang kau pertontonkan?

Hey!!!!!!!
Apa benar bambu alas robohkan laras?
Menembus tubuh berkeringat darah merah deras?
Hey!!
Lalu sekarang ini apa?
Aku dibodohi mesin-mesin si mata sipit.
Pakaianku terbuat dari jarit-jarit rajutan elit Paman Sam.
Hey!!
Apa benar?
Merdeka sudah digenggaman?
Apa itu hanya bohongan cerita lisan?
Hey!!!
Jawab aku!!



Baiklah, bungkamlah sesukamu!
Jawab saja ocehan mereka, sang penakluk tanah dunia, penjajahmu itu!!
Lagipula,
aku bukan siapa-siapa.
Tapi, tetap saja,
aku tak bahagia melihatnya.

Kembenku tak lagi laku.
Kebayaku payah berhias jamur.
Lagu-laguku cuma direkam lalu dibuang ke kubangan jaman.
Makananku juga basi ditelan kecoa tempurung.
Kasihan kakekku.
Keringat darahnya hanya jadi kerak waktu.

Hey!!!!
Lihatlah aku,
aku,
akuuuu kecoa tempurung itu.

Kau takut dengan debu yang melekat pada tubuhku?
Kau takut aromaku singgah di gaunmu, Tuan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar