Hari minggu akhir bulan agustus yang cukup panas,
Sudah kujadwalkan waktuku untuk jalan-jalan bersama sayangku yang anggun terias,
Sayangnya, sehabis melewati jalan kampung penuh lubang dan debu melintas
kulihat polantas berparas ganas
memaksaku menarik gas keras-keras
sayangku tiba-tiba mendekap aku penuh bringas
Akupun semakin buas,
Lampu merah simpang lima tengah kotapun aku gilas tanpa bekas
alhasil akupun kejar-kejaran sama pak petugas yang sedang dinas
tanpa peduli bensin di tangki habis bablas
akhirnya aku menepi ditrotoar depan tukang las
pak polantas tawar menawar seperti bu laras ketika sedang membeli beras
ujung-ujungnya duitku dijarah sampai terkuras
layaknya dirampok tanpa melas
sayangku kusut cemberut mengenas
aku bingung jadi makhluk culas yang dikadalin ama pak polantas berwajah preman pasar gading mas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar