Kamis, 04 April 2013

*Awan...

Awan,
kau putih,
kau,
putih,
kau putih yang membiru...

Awan,
kau tinggi,
tinggi sekali,
sebentarpun aku tak mampu menjangkaumu...

Awan,
kau tak bertepi,
tatapanku tak berujung saat memandangimu
tak ada garis tanda siapa pemilikmu...


Awan,
rembulan dan kepingan bintang,
temanimu disetiap gelap malam datang,
kau bermahkota seperti putri raja yang sedang duduk disinggasana


Awan,
tapi,
saat kau marah,
kau,
kau pecut muka bumi dengan guntur,
aku dan teman-temanku jadi kabur...

Awan,
sesekali,
marahmu juga diiringi tangis,
air matamu juga basahi muka bumi,
aku,
bersembunyi di kolong dan tak peduli tangisanmu,



Awan,
aku belum tahu lebih,
apa diatas tedengmu itu,
aku,
sudahlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar