Kamis, 04 April 2013

*Teruntuk...

Untuk senja,
di sore hari,
yang benamkan terik


Dan rembulan,
yang tak sempat sinari pekat juwita
semalam

Serta,
untuk batuan karang,
yang meskipun terjal dan keras,
tetap setia di hempas deburan ombak luas samudra,


Tidak lupa,
untuk kolong meja sekolah
yang diacuh
saat bel pulang berdendang lantang

Juga,
untuk hujan yang menangis
di pekat awan kusut dan muram

Begitupun,
Ibunda,
sumber kehidupan tanpa batas
terkasih dalam suci

Termasuk Ayah,
penegas cita-cita dan harapan penuh kegagahan


Kunjung juga kakak,
sahaja penyaji semangat
tanpa lelah

Sebut pula adik,
aliran sungai imaji
tak henti
mengalir


sampai pada

Sahabat, saudara, sahabat
telah sudi
membuang waktu bersama


Untuk teman, kawan, lawan
beri penjelesan "aku"


dalam semakin larut malam
dalam benam senja tenggelam

ada satu hal lagi,
untuk kasih,
yang tak sempat bertemu

angin mendesah,
tak berharap,
tak pernah untuk berharap,
disentuh, dipandang, atau dicumbu


Untuk kasih yang juga belum mampu "aku" pikir


Pagi nanti embun akan tetap bening bersemi di tiang tangkai rumpun rumput juga pula pada dahan-dahan bunga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar