Ini bukan waktu tentang dulu kamu disini, ini juga bukan sekarang ini kamu pergi nelangsa,
waktu angin,
menerbangkan ingatan kecil tentang gubuk renta,
di ujung pelupuk mata,
itulah yang aku lihat, Ayah,
keringatmu menetes gemerojos disana,
membasuh pelipis,
hingga badan,
maaf, bila mataku penuh kecewa
langkahku cuma ciptakan nanah,
atau bahkan hina telah aku buat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar